Saturday, June 11, 2016

Senja di Alun-alun Kapuas (Puisi Digna Pontianak Pos 12 Juni 2016)

Sore ini, Mentari bersembunyi diantara kilauan langit biru, Dibawah Pohon aku berteduh, Seakan menyibakkan kekosongan yang ada di dalam hatiku, Aku terus berjalan dalam kesendirian, Menyusuri setiap sudut di alun-alun ini, Berharap akan kutemukan jawaban dari kegundahan hatiku, Tiga jam aku bergelut dengan pikiranku, Dengan emosi dan imajinasiku, Aku berandai-andai menjadi seperti mereka, seperti apa yang kulihat saat ini, Seuma datang terlihat bahagia, Penuh kemesraan diantara mereka, Sementara aku, aku merasakan kesendirian, Aku terpaku dalam lamunanku, Tanpa seseorang, tanpa kebahagiaan, Aku terpaku dalam lamunanku, Tanpa seseorang, tanpa kebahagiaan, Deru suara kapal yang melintas dihadapanku, Enggan juga membawa pergi, nuansa hati yang berkecamuk saat ini, Tidak juga menyapa dan membawaku bicara, seandainya. Hanya hembusan angin semilir yang membuai lembut, Menyibak sedikit rambut pendekku yang terurai sebahu, Ada sedikit perasaan kelegaan yang terpancar dari rona wajahku, Hamparan Sungai Kapuas yang mengalir tenang, Seakan memberi kesejukan kepada siapa saja yang melihatnya, Tak terkecuali aku.... Aku merasakan ketengangan sore ini Ya, ketengangan yang mampu melegakan jiwaku, Ketenangan yang terus membuatku merasa nyaman di tempat ini. Senja bersamamu ALun alun Kapuas.

No comments:

Post a Comment